Jumat, 14 Oktober 2011

Half The World is Watching Us, Tribute To Mew (Bandung)



Indonesian Frengers Regional Bandung Proudly Present:
Half The World is Watching Us, Tribute To Mew

15 Oktober 2011, Pukul 16.00 WIB – End
@ Roger’s Café, Dago Bandung


BAND PERFORM:
Quasi (Yogya)
Mind Deer (Jakarta)
Vickyvette (Bandung)
Sparkle Afternoon (Bandung)
Frozen Castle (Jakarta)
Epic Symphony of Djarugala (Bandung)
Kezia (Bogor)

TO GET INVITATION, JUST LOG ON TO
http://tribute2mewbandung.tk
Pre-Sale Invitation, sms to: 08211-987-2240

Event Info
Sejak era The Beatles, Nirvana hingga Justin Bieber, kehadiran fans (penggemar) selalu menempati posisi yang unik dalam dunia musik. Hubungan antara musisi dengan fans, juga kerap menentukan ukuran kesuksesan bahkan kelangsungan produktivitas musisi itu sendiri dalam berkarya. Yang pada akhirnya membuat roda industri musik berjalan dengan sinergis.

Perkembangan globalisasi dan teknologi turut mendukung hal ini. Dalam artian, media massa elektronik dan internet tak hanya mampu menjembatani musisi dan fans, tapi juga mendekatkan keduanya melintasi batas bangsa, bahasa dan negara. Wajar bila seorang musisi atau sebuah band juga memiliki fans yang loyal dari berbagai belahan bumi lainnya.

Salah satu musisi yang kami ketengahkan dalam kegiatan ini adalah Mew, band (yang bolehlah disebut) bergenre dream pop asal Denmark. Memulai karir sejak album pertama mereka, A Triumph for Man pada 1997, Mew dalam waktu singkat mampu mencuri hati penikmat musik di dunia lewat komposisi musik khas, segar, serta memiliki notasi vokal dan melodi yang unik.

Tak heran bila hanya dalam waktu 10 tahun, komunitas penggemar Mew bermunculan baik di dunia maya maupun yang sudah memiliki struktur organisasi mapan. Antara lain, Argentina (Frengers Argentina), Chili (Frengers Chile), Mexico (Mewxico), Korea (Frengers Korea), Thailand (Thai Frengers), Filipina (Filipino Frengers), dan Australia (Mewstralia).

Di Indonesia, fans loyal Mew tergabung dalam wadah Indonesian Frengers yang berdiri sejak pertengahan 2008. Anggota komunitas kami tersebar di berbagai regional kota semisal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Yogya, Malang, hingga Kalimantan. Kota Bandung sendiri adalah salah satu kota dengan kantung komunitas pecinta Mew yang cukup aktif dalam berkegiatan sejak tahun 2009. Mengingat Kota Bandung juga terkenal dengan industri musiknya, bisa diprediksi juga ada banyak penggemar Mew yang tersebar di berbagai komunitas lain.

Hal inilah yang mendorong kami selaku anggota Indonesian Frengers Regional Bandung untuk mengadakan acara khusus ditujukan merangkul keluarga besar Indonesian Frengers di berbagai daerah. Acara unik berkonsep 'tribute' ini juga dipersembahkan sebagai kecintaan dan kekaguman kami pada konsistensi Mew dalam berkarya selama lebih dari 10 tahun belakangan.

Lewat acara tribute ini, kami hendak mengetengahkan tema 'Half the World is Watching Us'. Diambil dari frase judul album kedua Mew (Half the World is Watching Me) acara ini juga bisa diartikan sebagai penegasan eksistensi Indonesian Frengers di tengah-tengah komunitas Mew dunia pada umumnya, serta Indonesian Frengers Regional Bandung pada khususnya. Dan bisa dikatakan juga, acara ini melanjutkan kesuksesan dari acara serupa yang digelar Indonesian Frengers Regional Jakarta bertajuk “Mewphoria, Fear Me December” pada 2010, serta gelaran 'Atmosphere of Mew' di Score Bandung pada 2007 silam.

So, get the invitation and join us, guys!

Read More..

Jumat, 30 September 2011

Bintang Balap dari Lampu Kota



Lampukota sebuah band asal Banguntapan – Jogjakarta yang mulai menyala di November 2007. Band ini mulai benderang ketika menjadi salah satu Finalis Regional Jogja dalam ajang LA Lights IndieFest 2008. Band yang beranggotakan Buddy Prassetyo (vocal, Gitar), Kiki Tsalatsita (Gitar, Bac.Vocal, Keyboard), Afif Kusuma (Drum, Tambourine)serta dibantu Anandito Susetyadi (Additional Bass), kemudian mulai banyak diperbincangkan seiring dengan rajinnya mereka manggung di event-event komunitas maupun local Jogja.

Di awal 2009, Lampukota turut serta dalam sebuah album kompilasi “DIY in DIY” produksi Rise and Shine Records dengan Lagu : Definitely My Day bersama dengan sejumlah band Indie dari Jogja. Masih di tahun yang sama pada bulan Agustus, Lampukota mengeluarkan mini album bertajuk “Jangan Mati”, dengan label Blossom Records sebuah mini label di Jogja. Rilisan mini album ini juga dibarengi dengan Blossom Records Tour Jakarta – Jawa Barat bersama dengan band-band yang bernaung di Blossom Records. Di akhir tahun 2009, lagu Definitely My Day terpilih kembali untuk masuk dalam album kompilasi “Day To Embrace” produksi Southeastasiaindie, Thailand. Album kompilasi ini berisi kumpulan lagu-lagu dari band bergenre indiepop yang berasal dari Negara-negara Asia Tenggara.

Di tahun 2010, tepatnya bulan Juli, lampukota berhasil menelurkan full Album perdananya yang berjudul “Slave O Town” dibawah bendera Blossom Records. Album yang digarap akhir 2009 sampai Mei 20010 ini banyak berkisah tentang dinamika kehidupan, sekaligus sebagai kritik social lingkungan sekitar. Dominasi petikan gitar, music indies era 90’an dibalut dengan sentuhan power pop ala ASH serta gaya madchester menjadi magnet kuat dalam lagu-lagu di album ini. Album yang berisi 11 track serta 1 hidden track ini, 90% berlirik Indonesia. Single “Dominasi Lenyap”, Lebur”, serta “1969” telah banyak diputar di radio-radio dan media lainhttp://www.blogger.com/img/blank.gif. Setelah kemudian sempat vakum selama beberapa bulan karena terjadi bongkar pasang personiel dan masa transisi. Akhirnyaposisi gitaris yang sebelumnya dipegang Kiki Tsalatsita kemudian digantikan oleh Riyo Mahendri, sedangkan posisi bass masih memakai additional player.



Di pertengahan tahun 2011 ini, Lampukota kembali merilis single yang berjudul “Bintang Balap”, Judul ini diambil dari sebuah lagu di albuhttp://www.blogger.com/img/blank.gifm sebelumnya yang kembali direkan dalam versi baru. Selain itu juga akan termuat 2 lagu baru yang menyajikan warna dan nuansahttp://www.blogger.com/img/blank.gif baru yang lebih berdistorsi namun tetap dalam corak pop. Tidak ada benang merah dalam album ini karena masing-masing lagu membawa ceritanya sendiri. Single ini akan dirilis secara Do It Yourself sebagai tonggak menyalanya kembali Lampukota.


"Lampu Kota - Bintang Balap" DOWNLOAD

For Info:
Fade +6281328230068
@lampukota
http://www.myspace.com/lampukotaofficial

Read More..

Kamis, 29 September 2011

Bottlesmoker - Stringless Purslane (Flyafter RMX)



Jika anda telah mendengar lagu Stringless Purslane milik Bottlesmoker, mungkin ada baiknya anda kembali mendengarkan lagu tersebut yang telah mengalami perombakan dengan nuansa yang sedkit berbeda. Yah, lagu tersebut diremix kembali oleh band asal jakarta bernama Flyafter asal kota Jakarta, band yang menyebut aliran mereka ini Indietronica Acoustic Shoegaze, jadi bisa anda bayangkan bagaimana hasil remix dari band yang beranggota kan Hannan Jaya Mahardika (Conceptor, Vocal, Guitar, and Synth ), Rully Fahrezzy( Vocal and Electric Guitar ), dan Rully Luandri( Digital Sequencer, Synth, Drum Machines and Others Sound FX ).


"Bottlesmoker - Stringless Purslane (Flyafter RMX)" -> DOWNLOAD

For Further Info :
@ardianekaputra / +62812 9722 896
flyafter@live.com
http://www.myspace.com/flyafter
http://twitter.com/flyafter
www.reverbnation.com/Flyafter

Read More..

Selasa, 13 September 2011

Grassroot Showcase #3



Grassroot Showcase is Back!

Setelah berpuasa di bulan Agustus, Berisik radio kembali menyapa pendengar dengan menghadirkan Grassroot Showcase untuk yang ketiga kalinya.

Grassroot Showcase #3 yang akan dihelat di Teraskota BSD pada hari Minggu, tanggal 18 September 2011 nanti, merupakan rencana Berisik Radio untuk lebih mendekatkan diri dengan pendengar dan membangun komunitas guna menunjang industri kreatif Indonesia.

Berbagai nuansa musik akan dihadirkan dalam Grassroot Showcase kali ini. The Shapers yang merupakan band asal Prancis, akan menghadirkan nuansa punk dalam Grassroot Showcase. Kehadiran tiga musisi asal Toulouse ini menjadi sesuatu yang istimewa karena merupakan pertama kalinya musisi indie asal luar negeri tampil di acara rutin Berisik Radio. Sengan pengaruh seperti Blink 182 dan The Ramones, mereka siap menggebrak panggung Teraskota. Rising Sun , band asal Depok, juga memperkuat aroma punk di acara ini.


Selain itu, Grassroot Showcase #3 juga menampilkan Black Star, juara Speedytrek Indienation 2010, yang mengusung musik pop eksperimental; The You Know Who, pemenang The Battle Of Songs 2010; serta Leikha, satu band pendatang baru yang potensial untuk meraup sukses.

Inilah Line up Grassroot Showcase #3 :

The Shapers (Prancis)
Black Star
The You Know Who
Rising Sun
Leikha

Pembawa acara: Bobby Jambul & Bagong serta Andre Ferdinand & Febrina Casablancas

Read More..

Stereomantic "Cyber Superstar" Album Release Party



Stereomantic "Cyber Superstar" Album Release Party
25 September 2011
At The TeeBox Cafe, Jalan.Wijaya No.2 Jakarta
Starts 5pm
IDR: Rp.35000 (Including CD)

With Special Perfomance:
Stereomantic
Planet Bumi
Klarinet
Morning Blue

For Info: Dimas M - 08170808809

Read More..

HYPERBOREA #2



HYPERBOREA #2
17 September 2011
Tempat: Auditorium CCF Bandung
Jl. Purnawarman no.32
Bandung, Indonesia

With performance :
Themilo
Texas Pandaa
L'Alphalpha
Jellybelly
Ansaphone

Ticket availabe at:
Loubelle
Jl. Dr. Setiabudhi no.56
Bandung
3 SECOND BIP
Bandung Indah Plaza Jl. Merdeka No. 56 Bandung LT. 3
3 SECOND GREEN CAFÉ
Jl. Dipenogoro No. 26 Bandung

get the ticket presale on Monday (Sept, 12th 2011)

Read More..
 
GlitzSide Webzine