Rabu, 29 Agustus 2012

Traveling Carnival, A Brilliant at Breakfast's Japan Tour 2012


 Brilliant at Breakfast adalah kelompok musik beraliran indie pop asal Yogyakarta yang berdiri pada akhir 2008. Mereka merilis mini album “Almost Verbose” (February Records, Connecticut, AS) pada tahun 2010, diikuti full album “Being Verbose Is Easy, Being Verbose Ain't Easy” yang dirilis bersama oleh label Paperplane (Yogyakarta, Indonesia) dan Susy (Peru) awal Januari 2011.

Read More..

Minggu, 01 Juli 2012

Swell - Banal



Swell band asal Bandung yang bernuansakan musik 90-an, seperti The Stone Roses, Blur, Sonic Youth, dan Suede. Swell sendiri terdirikan atas Satria Prabhawa (vokal), Arman Masudi (gitar), Ari Respati (bass) dan Satria Nugraha (drum), mereka ingin membawa kembali getaran nostalgia dan lagu-lagu dari masa kecil mereka.

Read More..

Rabu, 20 Juni 2012

Attackthistown - Get Me What I Need

AttackThisTown. (Foto:Facebook)
Memorabilia merupakan rilisan pertama dari Attackthistwown usai beberapa demo-demo yang mereka keluarkan. Kini, Memorabilia pun lahir walau terbilang mentah, namun mereduksi kada kekasarannya. Album yang dirilis oleh label Deadman Records ini berisikan empat tracks, diantaranya intro dan tiga buah lagu full version.

Read More..

Selasa, 20 Maret 2012

First Journal: Verse Zine & My Violaine Morning (release party)


JAKARTA - Konsep yang diusung acara launching party ini tidak lain adalah sebuah gigs yang dikemas secara formal dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki LOUD FOR GOODNESS Event Division dan Kakophoni sendiri karena dibalik misi promo, acara ini juga secara tidak langsung dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi pihak yang terkait dengan LOUD FOR GOODNESS Record, rekan-rekan media, dan penikmat musik independent.

Selain itu juga ingin memperkenalkan VERSE Zine. VERSE Zine adalah D.I.Y zine yang berbasis zine dan web sebagai salah satu bentuk wujud appresiasi terhadap pergerakan dan perkembangan budaya, musik dan jurnalisme di local scene yang memuat perkembangan dan informasi tentang salah satu skena musik komunitas.

Dalam hal ini musik yang bernuansa ambient dan eksperimental. Karena komunitas musik ini sangat minim peminat, dan agar penikmatnya mendapatkan wadah untuk memuaskan hasrat bermusiknya, akhirnya terbentuklah sebuah media yaitu VERSE Zine.

Adapun tujuan dari event ini adalah memperkenalkan Verse Zine secara general sekaligus memperkenalkan kembali my violainé morning beserta LP album yang bertajuk “The Next Episode Of This World” yang dirilis 14 September 2011 oleh Happy Prince Record (Japan).

“First Journal”
Backyard Café,Kemang Jakarta Selatan
Minggu, 25 Maret 2012.
5 pm - 11 pm
Free Entry

With:
My Violaine Morning
SPARKLE AFTERNOON
MATAHARIBISU
SCENIC
CLATTER
SECRET GUESTS

Read More..

Jumat, 14 Oktober 2011

Half The World is Watching Us, Tribute To Mew (Bandung)



Indonesian Frengers Regional Bandung Proudly Present:
Half The World is Watching Us, Tribute To Mew

15 Oktober 2011, Pukul 16.00 WIB – End
@ Roger’s Café, Dago Bandung


BAND PERFORM:
Quasi (Yogya)
Mind Deer (Jakarta)
Vickyvette (Bandung)
Sparkle Afternoon (Bandung)
Frozen Castle (Jakarta)
Epic Symphony of Djarugala (Bandung)
Kezia (Bogor)

TO GET INVITATION, JUST LOG ON TO
http://tribute2mewbandung.tk
Pre-Sale Invitation, sms to: 08211-987-2240

Event Info
Sejak era The Beatles, Nirvana hingga Justin Bieber, kehadiran fans (penggemar) selalu menempati posisi yang unik dalam dunia musik. Hubungan antara musisi dengan fans, juga kerap menentukan ukuran kesuksesan bahkan kelangsungan produktivitas musisi itu sendiri dalam berkarya. Yang pada akhirnya membuat roda industri musik berjalan dengan sinergis.

Perkembangan globalisasi dan teknologi turut mendukung hal ini. Dalam artian, media massa elektronik dan internet tak hanya mampu menjembatani musisi dan fans, tapi juga mendekatkan keduanya melintasi batas bangsa, bahasa dan negara. Wajar bila seorang musisi atau sebuah band juga memiliki fans yang loyal dari berbagai belahan bumi lainnya.

Salah satu musisi yang kami ketengahkan dalam kegiatan ini adalah Mew, band (yang bolehlah disebut) bergenre dream pop asal Denmark. Memulai karir sejak album pertama mereka, A Triumph for Man pada 1997, Mew dalam waktu singkat mampu mencuri hati penikmat musik di dunia lewat komposisi musik khas, segar, serta memiliki notasi vokal dan melodi yang unik.

Tak heran bila hanya dalam waktu 10 tahun, komunitas penggemar Mew bermunculan baik di dunia maya maupun yang sudah memiliki struktur organisasi mapan. Antara lain, Argentina (Frengers Argentina), Chili (Frengers Chile), Mexico (Mewxico), Korea (Frengers Korea), Thailand (Thai Frengers), Filipina (Filipino Frengers), dan Australia (Mewstralia).

Di Indonesia, fans loyal Mew tergabung dalam wadah Indonesian Frengers yang berdiri sejak pertengahan 2008. Anggota komunitas kami tersebar di berbagai regional kota semisal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Yogya, Malang, hingga Kalimantan. Kota Bandung sendiri adalah salah satu kota dengan kantung komunitas pecinta Mew yang cukup aktif dalam berkegiatan sejak tahun 2009. Mengingat Kota Bandung juga terkenal dengan industri musiknya, bisa diprediksi juga ada banyak penggemar Mew yang tersebar di berbagai komunitas lain.

Hal inilah yang mendorong kami selaku anggota Indonesian Frengers Regional Bandung untuk mengadakan acara khusus ditujukan merangkul keluarga besar Indonesian Frengers di berbagai daerah. Acara unik berkonsep 'tribute' ini juga dipersembahkan sebagai kecintaan dan kekaguman kami pada konsistensi Mew dalam berkarya selama lebih dari 10 tahun belakangan.

Lewat acara tribute ini, kami hendak mengetengahkan tema 'Half the World is Watching Us'. Diambil dari frase judul album kedua Mew (Half the World is Watching Me) acara ini juga bisa diartikan sebagai penegasan eksistensi Indonesian Frengers di tengah-tengah komunitas Mew dunia pada umumnya, serta Indonesian Frengers Regional Bandung pada khususnya. Dan bisa dikatakan juga, acara ini melanjutkan kesuksesan dari acara serupa yang digelar Indonesian Frengers Regional Jakarta bertajuk “Mewphoria, Fear Me December” pada 2010, serta gelaran 'Atmosphere of Mew' di Score Bandung pada 2007 silam.

So, get the invitation and join us, guys!

Read More..

Jumat, 30 September 2011

Bintang Balap dari Lampu Kota



Lampukota sebuah band asal Banguntapan – Jogjakarta yang mulai menyala di November 2007. Band ini mulai benderang ketika menjadi salah satu Finalis Regional Jogja dalam ajang LA Lights IndieFest 2008. Band yang beranggotakan Buddy Prassetyo (vocal, Gitar), Kiki Tsalatsita (Gitar, Bac.Vocal, Keyboard), Afif Kusuma (Drum, Tambourine)serta dibantu Anandito Susetyadi (Additional Bass), kemudian mulai banyak diperbincangkan seiring dengan rajinnya mereka manggung di event-event komunitas maupun local Jogja.

Di awal 2009, Lampukota turut serta dalam sebuah album kompilasi “DIY in DIY” produksi Rise and Shine Records dengan Lagu : Definitely My Day bersama dengan sejumlah band Indie dari Jogja. Masih di tahun yang sama pada bulan Agustus, Lampukota mengeluarkan mini album bertajuk “Jangan Mati”, dengan label Blossom Records sebuah mini label di Jogja. Rilisan mini album ini juga dibarengi dengan Blossom Records Tour Jakarta – Jawa Barat bersama dengan band-band yang bernaung di Blossom Records. Di akhir tahun 2009, lagu Definitely My Day terpilih kembali untuk masuk dalam album kompilasi “Day To Embrace” produksi Southeastasiaindie, Thailand. Album kompilasi ini berisi kumpulan lagu-lagu dari band bergenre indiepop yang berasal dari Negara-negara Asia Tenggara.

Di tahun 2010, tepatnya bulan Juli, lampukota berhasil menelurkan full Album perdananya yang berjudul “Slave O Town” dibawah bendera Blossom Records. Album yang digarap akhir 2009 sampai Mei 20010 ini banyak berkisah tentang dinamika kehidupan, sekaligus sebagai kritik social lingkungan sekitar. Dominasi petikan gitar, music indies era 90’an dibalut dengan sentuhan power pop ala ASH serta gaya madchester menjadi magnet kuat dalam lagu-lagu di album ini. Album yang berisi 11 track serta 1 hidden track ini, 90% berlirik Indonesia. Single “Dominasi Lenyap”, Lebur”, serta “1969” telah banyak diputar di radio-radio dan media lainhttp://www.blogger.com/img/blank.gif. Setelah kemudian sempat vakum selama beberapa bulan karena terjadi bongkar pasang personiel dan masa transisi. Akhirnyaposisi gitaris yang sebelumnya dipegang Kiki Tsalatsita kemudian digantikan oleh Riyo Mahendri, sedangkan posisi bass masih memakai additional player.



Di pertengahan tahun 2011 ini, Lampukota kembali merilis single yang berjudul “Bintang Balap”, Judul ini diambil dari sebuah lagu di albuhttp://www.blogger.com/img/blank.gifm sebelumnya yang kembali direkan dalam versi baru. Selain itu juga akan termuat 2 lagu baru yang menyajikan warna dan nuansahttp://www.blogger.com/img/blank.gif baru yang lebih berdistorsi namun tetap dalam corak pop. Tidak ada benang merah dalam album ini karena masing-masing lagu membawa ceritanya sendiri. Single ini akan dirilis secara Do It Yourself sebagai tonggak menyalanya kembali Lampukota.


"Lampu Kota - Bintang Balap" DOWNLOAD

For Info:
Fade +6281328230068
@lampukota
http://www.myspace.com/lampukotaofficial

Read More..
 
GlitzSide Webzine